Penanganan Pendidikan saat Pandemi
Penanganan Pendidikan saat Pandemi
Sumber foto : https://retizen.republika.co.id/
Bagaimanapun peran guru sangat penting dalam proses belajar mengajar sebab guru tidak bisa tergantikan dengan teknologi. Menjadi pendidik di era digital dalam menghadapi generasi milenial ini penuh dengan tantangan, apalagi ditambah dengan permasalahan pandemi yang tak kunjung usai, menjadikan pendidik berfikir keras untuk terus membangun komunikasi yang efektif dan mampu meningkatkan minat belajar peserta didik dengan memanfaatkan teknologi yang ada.
Guru tidak hanya sumber ilmu pengetahuan, melainkan sumber keteladanan dengan memberikan contoh yang baik sehingga keberadaan guru secara fisik tidak bisa tergantikan dan tetap dibutuhkan peserta didik. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran tidak hanya sebatas transfer ilmu melainkan transformasi nilai-nilai karakter agar tertanam pada peserta didik. Namun pada kondisi pandemi hal ini tidaklah mungkin dilakukan untuk pembelajaran tatap muka. Sehingga Akibat kurangnya interaksi antara guru dan peserta didik, otomatis berkuranglah internalisasi nilai-nilai karakter yang semestinya harus ditanamkan seorang guru kepada peserta didik. Namun, hal ini tidak boleh mematahkan semagat guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik, apalagi mematahkan semagat siswa dalam belajar, pandemi jangan sampai mematahkan semangat dan harapan kita semua.
Perjalanan Kebijakan Pendidikan
Melihat kondisi demikian pada bulan Agustus 2020, pemerintah mengeluarkan kebijakan diperbolehkannya pembelajaran tatap muka khususnya namun sifatnya sangat terbatas yakni hanya untuk sekolah yang berada di zona hijau dan kuning. Kabupaten dan kota yang berada di zona hijau dan kuning tidak terdampak pandemi. Hal tersebuh biasanya berada pada daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T ).
join yuk di IBSI Education
Pada aspek Kurikulum, pemerintah telah memberikan kebijakan saat pandemi dengan kurikulum darurat. Hal ini jauh lebih sederhana dari kurikulum sebelumnya. Kurikulum darurat standar pencapainnya lebih sederhana, yang paling penting ialah esensinya dengan melepaskan sedikit beban sehingga fokus pada hal-hal yang bersifat urgen. Fondasi pembelajaran, numerasi, literasi, dan juga pendidikan karakter menjadi hal terpenting, Inilah fokus kurikulum darurat. Dalam kurikulum darurat ini pada aspek penilain kelulusan menjadi lebih fleksibel, yakni dengan standar kelulusan yang fleksibel. Salah satu indikatornya ialah dengan menggunakan nilai rapor sebagai tolak ukur. Berbagai adaptasi yang lakukan tersebut dianggap cukup efektif.
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
Berdasarkan surat edaran dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dsn Teknologi tentang penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) tahun 2021/2022 menerangkan bahwa PTM terbatas disesuaikan dengan level pemberlakuan di daerah. Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah level satu sampai dengan tiga, membuka kesempatan bagi satuan pendidikan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan izin dari pemerintah daerah.
sumber ; Sofa, retizen.republika.co.id
#lesprivatmurahsurabaya#lesprivatmurahsidoarjo#lesprivatbhsinggrissurabaya
#lesprivatbhsinggrissidoarjo#lesprivatmatematikasurabaya#lesprivatmatematikasidoajo
#lesprivatterbaikdisurabaya#lesterbaikdisidoarjo#bimbelmatematikasurabaya
#bimbelmatematikasidoajo#bimbelbhsinggrissurabya#bimbelbhsinggrissidoarjo
#bimbelterbaikdisurabya#bimbelterbaikdisidoarjo#bimbelonlinesurabaya#bimbelonlinesidoarjo
#lesprivatngajisurabaya#lesprivatngajisidoarjo#lowongankerjasurabya#lowongankerjasidoarjo#lowongan#lowongankerja#lokersurabaya#lowongangurufreelancesurabaya#lowongangurufreelancesidoarjo
#lowongangurufreelance
Komentar
Posting Komentar